.

.

Pengikut

Ilmu itu sentiasa milik Tuhan..

Kelas telah bemula.Tadi sebaik sahaja Teacher Nizrana,Guru bagi matapelajaran Sains tingkatan lima masuk,aku seakan kabur dan keliru.Tumpuan hilang entah kemana.Dada terasa sebak dan bebal.Bukan kerana subkek yang tidak bagus,tetapi aku hanyut dibawa arus khayalan.Sepantas ituku seru pertolonganNya dengan harapan perhatian ku lebih terarah pada kiblat yang sepatutnya.

Mungkin juga kerana ada rentak tari islami ku yang tempang atau mungkin irama iman yang ku dendangkan sedikit sumbang.Lantaran asyik dan leka melewati usia ini menjadikan dadaku sedikit tepu untuk menelan ilmu yang terlalu suci nilainya.

Lantas ku inga pesan salah seorang guru agar jangan segan untuk meminta-minta dari Allah SWT agar aku dipermudahkan menyerap segala ilmu yang masih berbaki..

"Wahai Tuhan kami,janganlah Engkau memalingkan hati-hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami dan berilah kepada kami RahmatMu,bahawanya Engkaulah Tuhan yang sangat banyak pemberiNya.."

Seketika selepas itu,dadaku terasa lapang bagaikan ada angin lembut bertiup membuka jalan dan memberi laluan buat wadah ilmu membentangkan sayapnya.Bagiku,harus ada cara memetik tangkai ilmu keran ilmu itu sentiasa milik Tuhan.

Sepanjang tempoh pembelajaranku yang agak singkat tetapi padat ini,bukan satu dua ilmu yang aku dapat.Terlalu banyak untuk ditimba dan tak ternilai harganya.Ada juga illmu yang aku kira agak kurang enak untuk disematkan dalam dada.Iyalah,kita hidup berkongsi pentas,bukan ada benteng yang mampu menyekat atau menghalang perkara yang bukan hal kita daripada singgah ke ruang mata bukan??Kerana itu jualah satu doa ringkas yang sentiasa menjadi temanku dalam melewati hari-hari di sini.Moga-moga haluanku terpandu dan layarku tidak bengkok..

"Ya Allah,sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang berguna,rezeki yang baik dan amalan diterima.."

subhanallah...

Planet Mars - Pics from NASA


SocialTwist Tell-a-Friend




Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA



Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

Planet Mars - Pics from NASA

program cuti sekolah..

JOM isi cuti sekolah anda dengan aktiviti yang menarik,bermanfaat dan memupuk nilai2 mahmudah (insyaAllah)...Sertai kami di Kem Minda Kreatif, Perak. Details bolehla merujuk terus pada gambar2 di bawah.


Terbuka kepada pelajar2 sedari usia 12 tahun hinggalah 16 tahun


antara aktiviti2 yang akan dijalankan sepanjang dua hari Kem berlangsung:

YURAN: RM30 seorang

Anjuran:
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Kelab Belia Haluan Ipoh

atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang HALUAN sila klik link yang diberikan

Sebarang pertanyaan lanjut boleh lah terus menghubungi saya melalui blog atau nama2 yang tertera pada gambar di bawah:


Khalifah Umar bin Abdul Aziz r.a.

salam...
cerita kali ini mengenai seorang khalifah yang sangat saya suka..
khalifah Umar ini merupakan cucu kepada khalifah Umar Al-Khattab..
mari kita mengetahui sirahnya yang begitu ulung..

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM....



Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.

“Nak, campurkanlah susu yang engkau tadi dengan air,” kata sang ibu. “Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak Menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak. “Tapi melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Tho insyaallah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya. “Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rab dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.

Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke untuk memimpin Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si anu dan selidikilah keluarganya.”

Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahndanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata,
“Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaallah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”


Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak tersebut. Dari ini, Umar bin Khattab dikaruniai perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim. Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dia memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di keluarganya.

Pada saat kakeknya Amirul Mukminin Umar bin Khattab terbunuh pada tahun 644 Masehi, Ummi Ashim turut menghadiri pemakamannya. Kemudian Ummi Ashim menjalani 12 tahun kekhalifahan Ustman bin Affan sampai terbunuh pada tahun 656 Maserhi. Setelah itu, Ummi Ashim juga ikut menyaksikan 5 tahun kekhalifahan Imam Ali bin Abi Thalib r.a. Hingga akhirnya Muawiyah berkuasa dan mendirikan Dinasti Umayyah.

Pergantian sistem kekhalifahan ke sistem dinasti ini sangat berdampak pada Negara Islam saat itu. Penguasa mulai memerintah dalam kemewahan. Setelah penguasa yang mewah, penyakit-penyakit yang lain mulai tumbuh dan bersemi. Ambisi kekuasaan dan kekuatan, penumpukan kekayaan, dan korupsi mewarnai sejarah Islam dalam Dinasti Umayyah. Negara bertambah luas, penduduk bertambah banyak, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, tapi orang-orang semakin merindukan ukhuwah persaudaraan, keadilan dan kesahajaan Ali, Utsman, Umar, dan Abu Bakar. Status kaya-miskin mulai terlihat jelas, posisi pejabat-rakyat mulai terasa. Kafir dhimni pun mengeluhkan resahnya, “Sesungguhnya kami merindukan Umar, dia datang ke sini menanyakan kabar dan bisnis kami. Dia tanyakan juga apakah ada hukum-hukumnya yang merugikan kami. Kami ikhlas membayar pajak berapapun yang dia minta. Sekarang, kami membayar pajak karena takut.”

Kemudian Muawiyah membaiat anaknya Yazid bin Muawiyah menjadi penggantinya. Tindakan Muawiyah ini adalah awal malapetaka dinasti Umayyah yang dia buat sendiri. Yazid bukanlah seorang amir yang semestinya. Kezaliman dilegalkan dan tindakannya yang paling disesali adalah membunuh sahabat-sahabat Rasul serta cucunya Husein bin Ali bin Abi Thalib. Yazid mati menggenaskan tiga hari setelah dia membunuh Husein.

Akan tetapi, putra Yazid, Muawiyah bin Yazid, adalah seorang ahli ibadah. Dia menyadari kesalahan kakeknya dan ayahnya dan menolak menggantikan ayahnya. Dia memilih pergi dan singgasana dinasti Umayah kosong. Terjadilah rebutan kekuasaan dikalangan bani Umayah. Abdullah bin Zubeir, seorang sahabat utama Rasulullah dicalonkan untuk menjadi amirul mukminin. Namun, kelicikan mengantarkan Marwan bin Hakam, bani Umayah dari keluarga Hakam, untuk mengisi posisi kosong itu dan meneruskan sistem dinasti. Marwan bin Hakam memimpin selama sepuluh tahun lebih dan lebih zalim daripada Yazid.

Kelahiran Umar bin Abdul Aziz

Saat itu, Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M) yang merupakan kakaknya. Abdul Mallik bin Marwan adalah seorang shaleh, ahli fiqh dan tafsir, serta raja yang baik terlepas dari permasalahan ummat yang diwarisi oleh ayahnya (Marwan bin Hakam) saat itu.

Dari perkawinan itu, lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Beliau dilahirkan di Halawan, kampung yang terletak di Mesir, pada tahun 61 Hijrah. Umar kecil hidup dalam lingkungan istana dan mewah. Saat masih kecil Umar mendapat kecelakaan. Tanpa sengaja seekor kuda jantan menendangnya sehingga keningnya robek hingga tulang keningnya terlihat. Semua orang panik dan menangis, kecuali Abdul Aziz seketika tersentak dan tersenyum. Seraya mengobati luka Umar kecil, dia berujar,

Bergembiralah engkau wahai Ummi Ashim. Mimpi Umar bin Khattab insyaallah terwujud, dialah anak dari keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini.

Umar bin Abdul Aziz menuntut ilmu sejak beliau masih kecil. Beliau sentiasa berada di dalam majlis ilmu bersama-sama dengan orang-orang yang pakar di dalam bidang fikih dan juga ulama-ulama. Beliau telah menghafaz al-Quran sejak masih kecil. Merantau ke Madinah untuk menimba ilmu pengetahuan. Beliau telah berguru dengan beberapa tokoh terkemuka spt Imam Malik b. Anas, Urwah b. Zubair, Abdullah b. Jaafar, Yusuf b. Abdullah dan sebagainya. Kemudian beliau melanjutkan pelajaran dengan beberapa tokoh terkenal di Mesir.

Semasa Khalifah Walid bin Abdul Malik memerintah, beliau memegang jawatan gabernur Madinah/Hijaz dan berjaya mentadbir wilayah itu dengan baik. Ketika itu usianya lebih kurang 28 tahun. Pada zaman Sulaiman bin Abdul Malik memerintah, beliau dilantik menjadi menteri kanan dan penasihat utama . Pada masa itu usianya 33 tahun.

Umar bin Abdul Aziz mempersunting Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan sebagai istrinya. Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan adalah putri dari Abdul Malik bin Marwan. Demikian juga, keempat saudaranya pun semua , yaitu Al Walid Sulaiman, Al Yazid, dan Hisyam. Ketika Fatimah dipinang untuk Umar bin Abdul Aziz, pada waktu itu Umar masih layaknya orang kebanyakan bukan sebagai calon pemangku jabatan .

Pengangkatan Umar bin Abdul Aziz sebagai Khalifah

Atas wasiat yang dikeluarkan oleh Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi pada usianya 37 tahun. Beliau dilantik menjadi Khalifah selepas kematian Sulaiman bin Abdul Malik tetapi beliau tidak suka kepada pelantikan tersebut. Lalu beliau memerintahkan supaya memanggil orang ramai untuk mendirikan sembahyang. Selepas itu orang ramai mula berpusu-pusu pergi ke . Apabila mereka semua telah berkumpul, beliau bangun menyampaikan ucapan. Lantas beliau mengucapkan puji-pujian kepada Allah dan berselawat kepada Nabi s.a.w kemudian beliau berkata:

“Wahai sekalian umat manusia! Aku telah diuji untuk memegang tugas ini tanpa meminta pandangan daripada aku terlebih dahulu dan bukan juga permintaan daripada aku serta tidak dibincangkan bersama dengan umat Islam. Sekarang aku membatalkan baiah yang kamu berikan kepada aku dan pilihlah seorang Khalifah yang kamu reda”.

Tiba-tiba orang ramai serentak berkata:

“Kami telah memilih kamu wahai Amirul Mukminin dan kami juga reda kepada kamu. Oleh yang demikian perintahlah kami dengan kebaikan dan keberkatan”.

Lalu beliau berpesan kepada orang ramai supaya bertakwa, zuhud kepada kekayaan dunia dan mendorong mereka supaya cintakan akhirat kemudian beliau berkata kepada mereka: “Wahai sekalian umat manusia! Sesiapa yang taat kepada Allah, dia wajib ditaati dan sesiapa yang tidak taat kepada Allah, dia tidak wajib ditaati oleh sesiapapun. Wahai sekalian umat manusia! Taatlah kamu kepada aku selagi aku taat kepada Allah di dalam memimpin kamu dan sekiranya aku tidak taat kepada Allah, janganlah sesiapa mentaati aku”. Setelah itu beliau turun dari mimbar.

Umar rahimahullah pernah menghimpunkan sekumpulan ahli fekah dan ulama kemudian beliau berkata kepada mereka: “Aku menghimpunkan kamu semua untuk bertanya pendapat tentang perkara yang berkaitan dengan barangan yang diambil secara zalim yang masih berada bersama-sama dengan keluarga aku?” Lalu mereka menjawab: “Wahai Amirul Mukminin! perkara tersebut berlaku bukan pada masa pemerintahan kamu dan dosa kezaliman tersebut ditanggung oleh orang yang mencerobohnya.” Walau bagaimanapun Umar tidak puas hati dengan jawapan tersebut sebaliknya beliau menerima pendapat daripada kumpulan yang lain termasuk anak beliau sendiri Abdul Malik yang berkata kepada beliau: “Aku berpendapat bahawa ia hendaklah dikembalikan kepada pemilik asalnya selagi kamu mengetahuinya. Sekiranya kamu tidak mengembalikannya, kamu akan menanggung dosa bersama-sama dengan orang yang mengambilnya secara zalim.” Umar berpuas hati mendengar pendapat tersebut lalu beliau mengembalikan semula barangan yang diambil secara zalim kepada pemilik asalnya.

Sesudah Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi dan Amirul Mukminin, Umar langsung mengajukan pilihan kepada Fatimah, isteri tercinta.

Umar berkata kepadanya, “Isteriku sayang, aku harap engkau memilih satu di antar dua.”
Fatimah bertanya kepada suaminya, “Memilih apa, kakanda?”
Umar bin Abdul Azz menerangkan, “Memilih perhiasan emas berlian yang kau pakai dengan Umar bin Abdul Aziz yang mendampingimu.”
Kata Fatimah, “Demi Allah, Aku tidak memilih pendamping lebih mulia daripadamu, ya Amirul Mukminin. Inilah emas permata dan seluruh perhiasanku.”

Kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz menerima semua perhiasan itu dan menyerahkannya ke Baitulmal, kas Negara kaum muslimin. Sementara Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya makan makanan rakyat biasa, yaitu roti dan garam sedikit.

Setelah menjadi , beliau mengubah beberapa perkara yang lebih mirip kepada sistem feodal. Di perubahan awal yang dilakukannya ialah :
1) menghapuskan cacian terhadap Saidina Ali b Abu Thalib dan keluarganya yang disebut dalam khutbah-khutbah Jumaat dan digantikan dengan beberapa potongan ayat suci al-Quran
2) merampas kembali harta-harta yang disalahgunakan oleh keluarga Khalifah dan mengembalikannya ke Baitulmal
3) memecat pegawai-pegawai yang tidak cekap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga Khalifah
4) menghapuskan pegawai pribadi bagi Khalifah sebagaimana yang diamalkan oleh Khalifah terdahulu. Ini membolehkan beliau bebas bergaul dengan rakyat jelata tanpa sekatan tidak seperti dahulu yang mempunyai pengawal peribadi dan askar-askar yang mengawal istana yang menyebabkan rakyat sukar berjumpa.

Selain daripada itu, beliau amat menitilberatkan tentang kebajikan rakyat miskin di mana beliau juga telah menaikkan gaji buruh sehingga ada yang menyamai gaji pegawai kerajaan.

Beliau juga amat menitikberatkan penghayatan agama di kalangan rakyatnya yang telah lalai dengan kemewahan dunia. Khalifah umar telah memerintahkan umatnya mendirikan solat secara berjammah dan - dijadikan tempat untuk mempelajari hukum Allah sebegaimana yang berlaku di zaman Rasulullah SAW dan para Khulafa’ Ar-Rasyidin. Baginda turut mengarahkan Muhammad b Abu Bakar Al-Hazni di Mekah agar mengumpul dan menyusun hadith-hadith Raulullah SAW. Beliau juga meriwayatkan hadis dari sejumlah tabiin lain dan banyak ulama hadis yang meriwayatkan hadis daripada beliau.

Dalam bidang ilmu beliau telah mengarahkan cendikawan Islam supaya menterjemahkan buku-buku kedoktoran dan pelbagai bidang ilmu dari bahasa Greek, Latin dan Siryani ke dalam bahasa Arab supaya senang dipelajari oleh umat Islam.

Dalam mengukuhkan lagi dakwah Islamiyah, beliau telah menghantar 10 orang pakar hukum Islam ke Afrika Utara serta menghantar beberapa orang pendakwah kepada raja-raja India, Turki dan Barbar di Afrika Utara untuk mengajak mereka kepada Islam. Di samping itu juga beliau telah menghapuskan bayaran Jizyah yang dikenakan ke atas orang yang bukan Islam dengan harapan ramai yang akan memeluk Islam.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan keadilannya telah menjadikan keadilan sebagai keutamaan pemerintahannya. Beliau ingin semua rakyat dilayani dengan adil tidak memandang keturunan dan pangkat supaya keadilan dapat berjalan dengan sempurna. Keadilan yang beliau perjuangan adalah menyamai keadilan di zaman kakeknya, Khalifah Umar Al-Khatab.

Pada masa pemerintahan beliau, kerajaan Umaiyyah semakin kuat tiada pemberontakan dalaman, kurang berlaku penyelewengan, rakyat mendapat layanan yang sewajarnya dan menjadi kaya-raya hinggakan Baitulmal penuh dengan harta zakat kerana tiada lagi orang yang mahu menerima zakat. Rakyat umumnya sudah kaya ataupun sekurang-kurangnya mau berdikari sendiri. Pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz ra, pasukan kaum muslimin sudah mencapai pintu kota Paris di sebelah barat dan negeri Cina di sebelah timur. Pada waktu itu kekausaan pemerintahan di Portugal dan Spanyol berada di bawah kekuasaannya.

Kewafatan beliau

Beliau wafat pada tahun 101 Hijrah ketika berusia 39 tahun. Beliau memerintah hanya selama 2 tahun 5 bulan saja. Setelah beliau wafat, kekhalifahan digantikan oleh iparnya, Yazid bin Abdul Malik.

Muhammad bin Ali bin Al-Husin rahimahullah berkata tentang beliau: “Kamu telah sedia maklum bahwa setiap kaum mempunyai seorang tokoh yang menonjol dan tokoh yang menonjol dari kalangan Bani Umaiyyah ialah Umar bin Abdul Aziz, beliau akan dibangkitkan di hari kiamat kelak seolah-olah beliau satu umat yang berasingan.”

Terdapat banyak riwayat dan athar para sahabat yang menceritakan tentang keluruhan budinya. Di antaranya ialah :
1) At-Tirmizi meriwayatkan bahwa Umar Al-Khatab telah berkata : “Dari anakku (zuriatku) akan lahir seorang lelaki yang menyerupainya dari segi keberaniannya dan akan memenuhkan dunia dengan keadilan”
2) Dari Zaid bin Aslam bahawa Anas bin Malik telah berkata : “Aku tidak pernah menjadi makmum di belakang imam selepas wafatnya Rasulullah SAW yang mana solat imam tersebut menyamai solat Rasulullah SAW melainkan daripada Umar bin Abdul Aziz dan beliau pada masa itu adalah Gabenor Madinah”
3) Al-Walid bin Muslim menceritakan bahawa seorang lelaki dari Khurasan telah berkata : “Aku telah beberapa kali mendengar suara datang dalam mimpiku yang berbunyi : “Jika seorang yang berani dari Bani Marwan dilantik menjadi Khalifah, maka berilah baiah kepadanya kerana dia adalah pemimpin yang adil”.” Lalu aku menanti-nanti sehinggalah Umar b. Abdul Aziz menjadi Khalifah, akupun mendapatkannya dan memberi baiah kepadanya”.
4) Qais bin Jabir berkata : “Perbandingan Umar b Abdul Aziz di sisi Bani Ummaiyyah seperti orang yang beriman di kalangan keluarga Firaun”
5) Hassan al-Qishab telah berkata :”Aku melihat serigala diternak bersama dengan sekumpulan kambing di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz”
6) Umar b Asid telah berkata :”Demi Allah, Umar Ibnu Aziz tidak meninggal dunia sehingga datang seorang lelaki dengan harta yang bertimbun dan lelaki tersebut berkata kepada orang ramai :”Ambillah hartaku ini sebanyak mana yang kamu mahu”. Tetapi tiada yang mahu menerimanya (kerana semua sudah kaya) dan sesungguhnya Umar telah menjadikan rakyatnya kaya-raya”
7) ‘Atha’ telah berkata : “Umar Abdul Aziz mengumpulkan para fuqaha’ setiap malam. Mereka saling ingat memperingati di satu sama lain tentang mati dan hari qiamat, kemudian mereka sama-sama menangis kerana takut kepada azab Allah seolah-olah ada jenayah di mereka.”

Wallahu a’lam…

Hikayat Sang Pohon Cantik..

Nun,di sebuah hutan belantara tumbuhlah sebatang pohon yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jutaan pohon yang lainnya. Ia memiliki batang yang sangat lurus dan tegak, akarnya yang kukuh, serta aroma khasnya yang harum, semerbak, memenuhi seluruh isi hutan. Sehingga tidaklah menjadi hairan, ramai sekali para pencari kayu bakar yang merasa tertarik kepada pohon itu. Bahkan ramai yang berniat baik untuk turut memelihara keindahan pohon itu. Dengan senang hati mereka membiarkan pohon tersebut tetap tumbuh.

Sering kali mereka menyempatkan diri untuk menyiraminya dengan air yang diperoleh dari lubuk bening di pinggir hutan. Semua itu mereka lakukan dengan penuh harap agar suatu saat kelak, di alam yang mulai penuh dengan kerosakkan ini, Sang Pohon Cantik akan tumbuh dengan sejuta pesona. Memberikan warna perubahan bagi siapa saja, untuk lebih mencintai lingkungan mereka dan berhenti membuat kerosakan.

Sementara bagi para penebang pohon yang liar, keberadaan pohon cantik itu sangatlah mengganggu. Mereka sedar, apabila pohon tersebut tumbuh dengan baik, maka akan banyak perhatian yang akan tertuju kepada hutan itu. Perhatian yang tentu saja membuat langkah mereka semakin sulit dalam membuat kerosakan di dalam hutan itu. Para penebang pohon yang liar itu berikrar, mereka akan memindahkan pohon cantik itu ke halaman rumah-rumah mereka. Tetapi kalau tujuan itu tidak tercapai, maka mematikan pohon itu adalah cara terbaik yang harus mereka tempuh.

Beruntung, pohon cantik tersebut mendapat penjagaan yang sangat rapi dari para pencari kayu bakar yang baik hati. Mereka secara bergiliran mengiring berjalan dengan sangat waspada agar pertumbuhan Sang Pohon terjaga . Selain itu, pohon tersebut rupanya memiliki akar yang dapat menumbuh dengan cepat. Sehingga sari-sari makanan yang ada dalam tanah dapat diserap dengan baik. Demikian juga dengan air yang ada, dapat digunakan oleh Sang Pohon untuk menampung kehidupannya.

Dipendekkan cerita,pohon tersebut telah tumbuh besar, daunnya yang rimbun menghijau membuat mata tak lelah untuk memandang, dari dahan-dahannya lahir wangian semerbak harum yang menyeliputi seluruh hutan, dan satu lagi, pohon cantik tersebut memiliki buah yang sangat manis. Selain dapat menghilangkan dahaga, juga dapat mengenyangkan para penikmatnya. Terasalah berkah Sang Pencipta bagi para pencari kayu bakar, meskipun para penebang pohon yang liar masih saja mencari helah untuk selalu menghapuskan pohon itu.



Namun, demikianlah kudrat keberadaan setiap makhluk yang hidup dan tumbuh di atas muka bumi ini, tak satupun yang abadi! Tak terkecuali dengan keadaan pohon cantik yang disanjung para pencari kayu bakar dan seluruh penghuni hutan. Pada suatu petang, ketika langit mulai gelap, angin pun kencang berhembus. Pucuk pohon cantik bergoyang dengan hebatnya. Ia sekuat tenaga mengimbangi keadaan yang mana pada bila-bila masa boleh menumbangkannya. Sang Pucuk terus bergerak, awalnya hanya berniat untuk mempertahankan diri dari keadaan alam yang ia hadapi.

Tetapi lama-kelamaan ia sedar, bahwa sebenarnya ia dapat mengatasi sepenuhnya serangan angin tersebut. Ia yakin benar telah ditampung oleh akar yang kuat, dan dahan-dahan yang kukuh, serta dedaunan yang dapat menahan laju dan kencangnya angin dengan sempurna. Kerana keyakinannya itulah tiba-tiba ia membuat sebuah gerakan yang tidak disangka-sangka oleh Sang Akar, yang sekuat tenaga mencengkam tanah.

Sang Pucuk menari, bukan hanya mengikut arah angin, namun terkadang ia membuat gerakan yang membingungkan Sang Akar dalam mempertahankan keseimbangannya. Dan, Sang Akar pun mengeluarkan bantahannya; "Hai, pucuk. Berhentilah menari! Aku bingung melihatmu!" "Kenapa mesti bingung, Akar? Aku tahu benar situasi yang ada. Ikut sajalah!" "Bagaimana aku hendak mengikuti tarianmu, kalau kamu susah diikuti" "Percayalah, akar. Aku diatas mampu melihat semuanya. Bukan hanya batang, daun, dan kau akarku sendiri. Tetapi jarak puluhan batu di sekeliling kita pun dapat aku lihat dengan jelas" "Hai, apa salahnya aku mengingatkanmu, pucuk?" "Kau salah akar, harusnya kau ikut saja apa kataku. Kerana posisimu di bawah, dan kau tidak tahu apa-apa tentang dunia ini!"

"Aduhai…angkuh nian kau, pucuk! Kalaulah tak ada aku, mana mungkin kau dapat berdiri dan berada di atas sana!" "Sudahlah, kenapa kalian malah bertengkar, hah?!" Sang Daun menegahi suasana yang semakin panas. "Kerana dia mulai merasa angkuh, daun!" akar mengarahkan serabut akarnya kepada Sang Pucuk. "Apa urusanmu, akar?! Ikuti sajalah kataku, dan kau akan selamat" "Apakah kalian lupa, hah? Kalian itu saling memerlukan! Tidak akan ada kehidupan kalau tidak aku, kau, dan si akar itu. Sedarlah, saudaraku! kawanku!" Sang Daun kembali berkata-kata dengan perasaan yang sedih kerana pertelingkahan saudaranya sendiri.

Perdebatan demi perdebatan terus bergulir di antara keduanya. Sang Pucuk tidak merasa harus mengalah sedikit pun terhadap Sang Akar. Ia merasa bahawa ialah segalanya, dialah ketua kerana berada di tempat yang paling atas. Ia merasa ditakdirkan Tuhan untuk berada di atas dengan segala penglihatannya yang luas akan dunia ini. Ia merasa Tuhan telah memberikan kekuasaan mutlak kepadanya untuk berbuat sesuka hati. Sementara, Sang Akar merasa kecewa, Sang Pucuk telah mengambil langkah yang keliru dalam melaksanakan upaya menjaga kelangsungan hidup seluruh bagian pohon tersebut. Dan, Sang Daun yang berusaha meleraikan perdebatan itu pun tak berdaya menenangkan keduanya, meski ia tak pernah merasa lelah untuk mendamaikan perseteruan dua saudara satu tubuh itu.

Waktu yang digariskan mungkin saja telah tiba, kerana perdebatan yang berlarutan itu, Sang Akar bermalas-malasan untuk menyerap air dan zat-zat yang dibutuhkannya. Demikian juga Sang Daun, kerana kelelahan melerai perdebatan kedua saudaranya, ia lupa untuk mengolah makanan meskipun matahari terus bersinar sepanjang hari. Dan, Sang Pucuk rupanya semakin terlena. Ia tidak menyadari dua saudara dibawahnya sudah mengalami gangguan. Ia tetap berlenggok mengikuti arah angin dengan irama yang menghiburkan hatinya. Hingga tibalah saat di mana angin justeru berhembus dengan sangat perlahan.

Sang Pucuk terlena kerana desirnya, ia merasa ngantuk dan ia biarkan gerakannya yang tidak beraturan, dan ia pun mulai terpejam. Terlelap dalam tidur yang tidak disedarinya, dan angin datang menyerang. Tubuhnya terkulai. Sang Daun yang lapar tidak berdaya menahan tubuh Sang Pucuk yang datang tiba-tiba. Ia ikut terjatuh. Sementara di bawah, Sang Akar yang bermalas-malasan tidak lagi memiliki cengkaman yang kuat terhadap tanah di sekelilingnya. Sang Akar tidak berkuasa menahan tubuh kedua saudaranya yang terjatuh lebih dulu. Ia tercabut, bercerai-berai.

Beginilah akhirnya kisah pohon cantik,sebuah cerita yang menyedihkan.Para pencari kayu bakar yang baik hati bermuram durja, sementara para penebang liar bergelak tawa, "Tak perlu kita robohkan, kawan. Mereka roboh sendiri kerana permusuhan…!! " "O, bahkan tak perlu angin yang kencang rupanya…….kasihan betul….." demikianlah kata penebang pohon yang liar.

Dari sini saudara-saudaraku dapatkah kita mengambil sedikit iktibar dari cerita ini? Marilah kita jauhi permusuhan yang meleraikan silaturrahim antara kita, janganlah berdendam kerana dendam itu tidak membawa kedamaian.. saling hormat menghormati dan bersatu padulah kita agar syiar Islam dapat diteruskan dan digemilangkan.. dan agar kita tetap menjadi orang yang beriman.. InsyaAllah..

'Perumpamaan orang beriman yang berkasih sayang, dan saling rahmat merahmati dan di dalam kemesraan sesama mereka adalah seperti satu tubuh, apabila satu anggota mengadu sakit, maka seluruh tubuh akan turut merasainya.'

perginya seorang Murabbi..


Sewaktu mendapat berita

"Ust. Dahlan dah MENINGGAL"

Tiada kata yang terungkap,
Terkejut,
Sedih,
Hiba,

Siapa tahu, beliau pergi pada saat kita semua bercuti di rumah.
Dan sebenarnya .........ana selaku moderator yang ditugaskan untuk meng''update'' blog ini pun tidak tahu ingin menulis apa...

Tergamam..itulah perasaan yang dirasa saat ini. Selepas mendapat berita pemergian ust. dahlan, terus saya mendapatkan laptop dan meng`on` kan internet.

Ust Dahlan, banyak sungguh jasanya. Beliaulah yang mengasaskan Ma`had Attarbiyah Al-Islamiyah (MATRI) pada Ogos 1987. Dan seperti yang kita saksikan sendiri, sudah banyak kemenangan yang diraih sejak MATRI ditubuhkan.

Ust Dahlan,
Dialah murobbi, Dialah suami, dialah ayah, dialah penyeri
Pemergiannya tiada pengganti
Jasanya tidak dapat diganti
Budinya tidak terbalas dengan harta duniawi
Dialah sang MUROBBI!!




Kami mengikrar janji,
akan meneruskan perjuangan panji islami,
Menyebarkan dakwah dan fikrah tarbawi,
Moga ALLAH memberkati!!
ALLAHU AKBAR!!

Berjuang menempah susah,
Menanggung derita menongkah fitnah
Itulah gelombang hidup samudera duka,
Seorang mujahid memburu syahid,

Dibuang dia berkelana
Dipenjara dia uzlah dibunuh syahid
Namun jiwa tetap mara memburu cita
Membara demi Allah dan rasul-Nya

Berjuang tak pernah senang
Ombak derita tiada henti
Senang susah silih berganti
Inilah sunah orang berjuang.

Malamnya bagai rahib merintih sayu
Diiring serta air mata
Siangnya bagaikan singa di rimba
Memerah keringat meluah tenaga.

Berjuang memang pahit
Kerana syurga itu manis
Bukan sedikit mahar yang perlu dibayar
Bukan sedikit pedih yang ditagih.

Berjuang ertinya terkorban
Rela terhina kerana kebenaran
Antara dua pasti terjadi
Tunggulah syahid atau menang.

Tinggal Kenangan..

Bersama para peserta,guru-guru dan pegawai-pegawai dari Perbadanan Kemajuan Ekonomi Negeri Perlis,(PKENPs)..
Kenangan bersama Guru Pembimbing Syarikat Brillex Corporation Sdn. Bhd di Hotel Selesa,Johor Bharu,Johor Darul Takzim..




for the resr of my life

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO
And theres a couple words I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO
And theres a couple word I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart

erti bersahabat





Dalam dunia ini,

Kita tidak punya sesiapa kecuali diri sendiri.

Tetapi dalam kita bersendiri,

Kita beruntung kerana mempunyai seorang sahabat yang memahami kita.

Sebagaimana kita mengharapkan keikhlasan dan kejujuran seorang sahabat, begitu juga dia.



Tetapi kita sering terlupa akan hal itu.

Kita cuma mengambil kira tentang harapan dan perasaan kita.

Kita rasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya.

Kita tidak memberi dia peluang untuk menerang keadaannya.

Bagi kita, Itu alasannya untuk menutup kesilapan dan membela diri.

Kita terlupa, kita juga pernah membiarkan dia ternanti-nanti..

Kerana kita juga ada janji yang tidak ditepati.



Kita beri beribu alasan, memaksa dia menerima alasan kita.

Waktu itu, terfikirkah kita tentang perasaannya??

Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa.. tetapi kita sering terlupa.

Untungnya mempunyai seorang kawan yang sentiasa di sisi kita pada waktu kita memerlukan dia.

Dia mendengar luahan perasaan kita, segala rasa kecewa dan ketakutan, harapan dan impian kita luahkan,

Dia memberi jalan sebagai laluan penyelesaian masalah.



Selalunya kita terlalu asyik bercerita tentang diri kita,

Hingga kadang-kadang terlupa kawan kita juga ada cerita yang ingin dikongsi bersama kita.

Pernahkah kita memberi dia peluang untuk menceritakan tentang rasa bimbangnya, rasa takutnya?

Pernahkah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita?

Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya?

Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya seperti mana dia meniup semangat setiap kali kita merasa kecewa dan menyerah kalah?

Dapatkah kita yakinkan dia bahawa kita boleh dipercayai, kita boleh dijadikan tempat untuk bersandar bila terasa lemah, agar tidak rebah?

Bolehkah kita menjadi bahu untuk dia sandarkan harapan?

Sesekali jadilah kawan yang mendengar dari yang hanya bercerita.



Ambillah masa untuk memahami hati dan perasaan kawan,

Kerana dia juga seorang manusia; dia juga ada rasa takut, ada rasa bimbang, sedih dan kecewa.

Dia juga ada kelemahan dan Dia juga perlukan kawan sebagai kekuatan.

Jadilah kita kawannya itu. Kita selalu melihat dia ketawa, tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah yang kita sangka.

Disebalik senyumannya itu, mungkin banyak cerita sedih yang ingin diluahkan,

disebalik kesenangannya, mungkin tersimpan seribu kekalutan,

kita tidak tahu.. tetapi jika kita cuba jadi sahabat seperti dia, mungkin kita akan tahu.








deadline buat kita..


Dialog Harian,

Encik A: iskh..sibuk betul la skrg ni, banyak betul DEADLINE nak kejar, tak kejar jadinya...


Encik B: ye la, bila la nak rileks nih...



Sibuk, kerja banyak, tak sempat siapkan tugasan...deadline, deadline, deadline...... Itulah luahan yang biasa didengar, bukan sahaja di kalangan pelajar, tapi juga di kalangan pekerja.

Sebelum lebih lanjut berbicara, suka saya mengajak sahabat-sahabat semua memanjatkan setinggi-tinggi kesyukuran kerana masih berpeluang untuk hidup pada hari ini. Allah masih menyambung talian hayat kita, sedar tak sedar umur kita bertambah dengan pertambahan hari. Saban hari kita mengejar deadline yang ditetapkan di dunia ini. Siapkan tugasan sekolah, universiti, projek di tempat kerja, dan pelbagai lagi.

Hari ini saya ingin berkongsi tentang deadline yang sedikit berbeza dari deadline yang biasanya kita fahami, iaitu deadline yang pasti tapi kita tidak mengetahui bila tarikhnya. Pelik bukan? Ada deadline tapi tiada tarikhnya. Sebenarnya tarikh itu diketahui, tapi hanya oleh pencipta kita, Allah. Deadline yang saya maksudkan di sini ialah KEMATIAN.




Ya, kematian yang sering menghambat kita saban hari. Namun, akibat kita tidak tahu tarikhnya, kita tidak selalu mengikuti deadline atau menunggu tarikh "menghantarnya".

Firman Allah dalam Surah An-Nisaa' (4:78):
di mana jua kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada Dalam benteng-benteng Yang tinggi lagi kukuh. dan kalau mereka beroleh kebaikan (kemewahan hidup), mereka berkata: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau pula mereka ditimpa bencana, mereka berkata:" ini adalah dari (sesuatu nahas) Yang ada padamu". Katakanlah (Wahai Muhammad): "Semuanya itu (kebaikan dan bencana) adalah (berpunca) dari sisi Allah". maka apakah Yang menyebabkan kaum itu hampir-hampir tidak memahami perkataan (nasihat dan pengajaran)?



Sahabat-sahabat sekalian,

Saya ingin bertanya kepada anda:

1) Adakah kita sering mengingati deadline yang paling akhir ini?

2) Sedarkah kita selepas deadline ini, terputus segala deadline yang lain di dunia ini?

3) Bagaimana persediaan kita menghadapi deadline yang terakhir ini?

Saya juga kadang-kala terlupa dengan deadline ini, dengan segala nikmat di dunia, kita terleka, terbawa dengan keseronokan sementara. Tetapi apabila difikirkan, bila kita mengingatinya kita akan dianjak ke hadapan. Bagaimana? Dengan "zikrul maut", iaitu mengingati mati. Jadi, apakah kepentingan mengingati mati?

1) Mengingati dapat menghidupkan hati kerana kita sering sedar kekurangan dan kelemahan diri, lantas sentiasa berusaha untuk menambah amal.

2) Orang yang paling cerdik adalah orang yang mengingati mati dan bersiap untuk menghadapinya. Niat bagi setiap amalannya sentiasa diluruskan hanya kepada Allah.

3) Melahirkan perasaan berhati-hati. Ibaratnya sebelum kita keluar rumah kita akan memastikan kita telah mengunci rumah sebagai langkah berhati-hati dan mengelakkan kecurian. Begitulah juga kita berhati-hati dalam setiap perbuatan kita.

Jika urusan dunia kita meletakkan perhatian sepenuhnya terhadap tindak tanduk kita, apa lagi urusan akhirat yang akan menentukan nasib kita akhirnya nanti. Kita hanya ada dua pilihan; syurga atau neraka. Tiada pilihan di pertengahan, tiada talian hayat.

Oleh itu, sahabat-sahabatku, kejarlah deadline di dunia ini, tapi jangan dilupakan deadline Allah yang sangat pasti. Peganglah dunia di tanganmu dan peganglah akhirat di hatimu. Bila berjauhan dari dunia, hati tidak terasa sempit kerana adanya akhirat yang lebih dekat dengan diri. Walaupun kita tidak mengetahui tarikhnya, yakinlah kematian itu sentiasa menjemput tanpa mengira persiapan kita.

Saya mengingatkan diri saya dan sahabat-sahabat untuk sama-sama mengkoreksi diri dan memperbanyak taubat, dalam apa jua keadaan. Jadilah seperti orang yang bertaqwa yang dinyatakan dalam firmanNYA.

firman-Nya (Surah Qaf (50:33):

"(Iaitu) orang Yang takut (melanggar perintah Allah) Yang Maha Pemurah, semasa tidak dilihat orang dan semasa ia tidak melihat azab Allah, serta ia datang (kepada Allah) Dengan hati Yang tunduk taat".

Sebelum berakhir, saya ingin berkongsi doa yang dinamakan sebagai penghulu istighfar. Mengambil isi dari buku doa, zikir dan munajat; sekiranya seseorang itu mengucapkan istighfar ini dengan yakin pada setiap pagi, lalu jika dia meninggal dunia, nescaya dia akan masuk syurga dan sekiranya dia mengucapkan dengan yakin pada setiap petang, nescaya dia akan masuk syurga (Riwayat An-Nasa'i).

Moga kita sama-sama dapat mengamalkannya sebagai taubat kita dalam setiap amalan yang telah kita lakukan. Jika perbuatan kita buruk moga Allah ampunkan kita, jika amalannya baik, moga Allah ikhlaskan niat kita dalam mengamalkannya.

Bersiap sedialah sahabatku..apabila Izrael datang memanggil, tiada apa yang dapat menghalang...


Translate

Terdapat ralat dalam alat ini
Dikuasakan oleh Blogger.
 
..::Little Mashitah::.. Blog Design by Ipietoon